| PATANI DARUSSALAM:
- Setiausaha Agong Pertubuhan Pembebasan Patani Bersatu (PULO) menolak peryataan Kantathi,
bahawa Pertubuhan pulo menyerukan diberi hak otonomi, kerana prinsip perjuangan pulo
adalah untuk mencapai kemerdekaan, dan tidak ada niat untuk menerima sebarang otonomi dari
pada penceroboh Thailand, ujarnya. Kami berjuang untuk
mengambil kembali negara Patani Darussalam yang diduduki oleh penceroboh Siam yang tidak
manusiawi "bukan untuk mendapat otonomi". ujarnya
- Kami akan terus melanjutkan perjuangan sampai berhasil, jika
jederasi kami tidak berjaya, jederasi muda akan meneruskan, patah tumbuh hilang berganti,
sampai bendera Patani bergubar-gubar di bumi Patani. ujarnya
Masyarakat Melayu Patani baik lelaki maupun perempuan
berkewajiban untuk memerangi dan menghalau penceroboh kafir Siam keluar dari bumi Patani.
ujarnya
Bagaimanapun kenyataan Kantathi
Suphamongkhon kepada media bahawa permintaan Pertubuhan Pembebasan Patani Bersatu (PULO),
minggu lalu menyerukan diberikannya hak otonomi adalah sangat bertentangan dengan
konstitusi PULO.
Namun Kantathi ditanya tentang kemungkinan gerakan pejuang
Pembebasan Patani yang bersenjata adakah terlibat dengan jaringan Al Qaeda pimpinan Osama
bin Landen, Kantathi menjawab, Sejauh ini tak ada keterlibatan mereka.
Memang ada usaha dari orang-orang tertentu untuk
menggunakan kekerasan dan menjadikan agama untuk membenarkan tindakan itu. Akan tetapi,
apa yang sudah jelas adalah bahwa hal itu bukan masalah agama. Pergolakan di Patani
adalah antara bangsa Melayu Patani dengan bangsa penjajah Thai, ujarnya.
Berbagai aksi yang terjadi di empat wilayah yang berpenduduk
majoriti orang Melayu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sejak Januari 2004.
Kenyataan ini merupakan salah satu persoalan paling besar yang dihadapi PM Penjajah
Thailand Thaksin Shinawatra.
Rejim Bangkok menuduh gerila Patani, geng-geng kriminal, dan
pegawai lokal korup berbagai serangan yang terjadi hampir setiap hari di wilayah Patani,
Jala, Bangnara, dan Sengora. Situasi seperti ini sudah lama berlangsung. Kadang
mereda, tetapi kadang memanas lagi,
Sementara itu Thaksin datang menziarahi Tokcha-tokcha (sami
budha) yang berada dalam keadaan ketakutan di tiga wilayah yang bergolak untuk memberi
semangat supaya Tokcha tidak pulang ke tempat asalnya, disamping untuk bermusyawarah
dengan pegawai tentera bagaimana cara untuk membunuh orang-orang Melayu. - PINA
- Hancurkan Imperialisme Ajak bergambung dengan Pejuang
Pembebasan Patani
|